Video berikut ini menceritakan kisah sukses perjalanan Kek Pisang Villa yang dengan susah payah di tekuni Deni Delyandri sampai sukses dan besar seperti saat ini. Video yang berdurasi 3,5 menit ini diambil/shoot dari TV di kediaman pak Deni yang baru dan di tonton rame-rame bersama karyawan dan staff-staff CV. Media Kreasi Bangsa. Karena banyak orang yang menonton, suara dalam video ini agak bergemuruh.
Tuan Villa, Icon Baru Kek Pisang Villa 2010
BATAM – Kek Pisang Villa Batam, Oleh-oleh khas kota Batam ini kembali membuat gebrakan di tahun 2010 dengan meluncurkan icon terbarunya yaitu Tuan Villa. Tujuannya tentu untuk semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai oleh oleh khas Batam, hal ini terlihat dari meski Batam bukan daerah penghasil pisang, namun kek pisang mampu menjadi oleh-oleh khas Batam yang populer. “Batam merupakan pulau yang sangat strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional. Sehingga tak heran jika pulau Batam menjadi salah satu kota tujuan wisata lokal maupun turis mancanegara yang cukup populer selain pulau Bali. Dari sinilah ide dasar yang kemudian coba kami bidik, dan ternyata puji syukur sejauh ini kami berhasil” Ungkap Denny Delyandri, pengelola Kek Pisang Villa kepada www.batamevent.com
Setelah mendapatkan pemaparan strategi bisnis secara lisan di dalam kelas, peserta BPES (Batam Pos Entrepreneur School), diajak magang bisnis di Kek Pisang Villa di Nagoya, Sabtu (12/12).
Magang bisnis dilakukan supaya peserta BPES yang belum punya usaha bisa melihat langsung bagaimana menjalankan suatu bisnis secara terperinci. Sedangkan bagi peserta BPES yang sudah punya usaha, bisa mengetahui bagaimana strategi mengembangkan sebuah bisnis.
Deni, Owner Cake Pisang Vila Berbagi Sukses Wirausaha di BPES
Mau Cari Modal Usaha Justru Dapatkan Rumah Sekaligus
Menjadi entrepreneur, bagi Denni Delyandri, pemilik Cake Pisang Vila, tak cukup berbekal semangat menggebu dan kerja keras. Tetapi, harus berpikir cerdas. Dengan cara itu, ia yang kepepet modal, justru bisa diberi dana oleh bank yang tak hanya cukup untuk modal usaha, juga membeli rumah, sekalipun ia tidak punya agunan apa pun.
Dalam dua setengah tahun, bisnis Denni Delyandri (28) berkembang pesat. Saat ini, ia sudah memiliki empat gerai untuk menjual kue pisang atau kek (cake) pisang. Kini, ia dan istrinya, Selvi Nurlia (28), bersama para pekerja mampu memproduksi 600 loyang kue pisang dengan omzet penjualan rata-rata Rp 20 juta per hari. Beberapa penghargaan diraihnya. Salah satunya adalah juara III tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri. Denni sebenarnya bukan seorang koki atau pembuat kue. Latar belakang pendidikannya sarjana teknik elektro. Sejak tahun 2003, ia bekerja sebagai karyawan pada sebuah perusahaan elektronik di Batam dengan gaji pokok sekitar Rp 1,2 juta per bulan.